Pandemi dan kebijakan Work From Home (WFH) telah memicu lonjakan popularitas tren home workout dan penggunaan aplikasi fitness di seluruh Asia. Dengan ditutupnya pusat kebugaran dan pembatasan sosial, masyarakat mencari cara baru dan nyaman untuk menjaga kesehatan fisik dan mental tanpa harus keluar rumah.
Aplikasi fitness menawarkan solusi yang sangat personal dan fleksibel. Pengguna dapat mengakses berbagai jenis kelas, mulai dari High-Intensity Interval Training (HIIT), yoga, zumba, hingga meditasi, kapan saja dan di mana saja. Aplikasi-aplikasi ini seringkali menyediakan fitur pelacakan progres, tantangan sosial, dan instruksi dalam bahasa lokal, membuatnya lebih menarik bagi audiens Asia.
Fenomena ini juga didukung oleh munculnya fitness influencer lokal yang mengadakan sesi latihan live streaming di media sosial. Peralatan home gym minimalis, seperti matras yoga, resistance bands, dan dumbbells kecil, juga menjadi item yang laris manis, menandakan pergeseran permanen dalam kebiasaan berolahraga banyak orang.
Meskipun gym fisik kini telah dibuka kembali, model hybrid kebugaran—menggabungkan latihan di rumah dengan kunjungan sesekali ke gym—diperkirakan akan terus berlanjut. Aplikasi fitness Asia kini berfokus pada integrasi wellness yang lebih holistik, tidak hanya mencakup olahraga tetapi juga nutrisi, kualitas tidur, dan manajemen stres.

