Local Large Language Models (LLMs) yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi Tiongkok mengalami kenaikan popularitas yang dramatis, secara langsung bersaing dengan dominasi OpenAI (AS) di pasar Asia. LLMs lokal ini, seperti yang dikembangkan oleh Baidu, Alibaba, dan Huawei, memiliki keunggulan inheren dalam penguasaan bahasa Mandarin dan pemahaman konteks budaya Tiongkok.
Keunggulan utama LLMs Tiongkok terletak pada kecepatan dan biaya operasional yang lebih rendah di pasar domestik, serta kepatuhan yang ketat terhadap regulasi data dan sensor Tiongkok. Hal ini membuat mereka menjadi pilihan yang disukai oleh perusahaan-perusahaan Tiongkok yang ingin mengintegrasikan AI ke dalam operasi mereka sambil mematuhi undang-undang siber nasional.
Ekspansi LLMs Tiongkok kini menyasar negara-negara Asia Tenggara, menawarkan model yang dapat dilatih ulang dengan mudah untuk bahasa lokal dan menyediakan hosting data di cloud regional. Ini menantang pemain global yang seringkali kurang terfokus pada layanan yang sangat terlokalisasi di kawasan ini.
Kenaikan Local LLMs Tiongkok menandai fragmentasi pasar AI Asia. Ini adalah persaingan antara teknologi global Barat dan solusi lokal yang disesuaikan secara budaya dan regulasi.

